Selasa, 10 Januari 2017

Objek IPA dan Pengamatannya (Kegiatan 1)

PENDAHULUAN



Mengapa kita harus mempelajari IPA?

Tuhan menciptakan alam semesta untuk kesejahteraan hidup manusia. Tuhan menciptakan makhluk hidup, air, tanah, oksigen, dan  matahari agar manusia dapat tercukupi kebutuhan hidupnya. Bayangkan jika tidak ada oksigen dan air, apakah kita masih dapat bertahan hidup? Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang Tuhan anugerahkan?
Alam tersusun dari atom yang sangat kecil hingga galaksi yang  amat luas. Alam memperlihatkan gejala yang dapat diamati oleh manusia, baik yang dialami makhluk hidup maupun tak hidup.  Seluruh benda di alam dengan segala interaksinya yang dapat dipelajari pola-pola keteraturannya merupakan objek IPA. Dengan mempelajari objek IPA, manusia dapat memahami fenomena di lingkungan sekitar, memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kualitas hidup, dan menghasilkan berbagai penemuan teknologi.
Sejak dahulu kala, berbagai penemuan yang luar biasa telah dihasilkan oleh para pengamat alam. Contoh penemuan teknologi hasil mengamati alam, antara lain: pesawat terbang yang terinspirasi dari burung dan kapal selam yang terinspirasi dari ikan. Bahkan, kaki ayam pun menjadi inspirasi dalam membuat pondasi bangunan yang kokoh.

Setelah membaca uraian di atas, jawablah pertanyaan berikut.
1. Apa manfaat mempelajari IPA?
_______________________________________________________________________________________________________________
2. Apa saja objek yang dipelajari dalam IPA?
_______________________________________________________________________________________________________________



Mempelajari IPA sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, misalnya mengembangkan sarana transportasi seperti pesawat terbang. Bagaimanakah sejarah penemuan pesawat terbang? Bacalah artikel berikut.
Sejarah Penemuan Pesawat Terbang
Pada tahun 852, seseorang bernama Armen Firman memutuskan untuk terbang dari menara di Cordova. Dia meluncur menggunakan jubah yang berbentuk seperti sayap burung. Jubah yang menyerupai sayap memang membuatnya bertahan di udara lebih lama dibandingkan meluncur tanpa jubah. Pada percobaan itu, Armen Firman berhasil mendarat walau dengan luka ringan.
Hal yang dilakukan oleh Armen Firman kemudian ditiru oleh Ibnu Firnas. Ibnu Firnas membuat jubah dengan desainnya sendiri. Setelah itu, dia meluncur dari menara. Sayangnya, dia mengalami cidera di bagian punggung yang amat parah. Hal itu dikarenakan dia tidak cermat dalam mengamati fungsi ekor burung ketika mendarat.


Gambar 1. Percobaan Ibnu Firnas
(Sumber: http://www.satujam.com/sejarah-bapak-penerbangan/)
Selain kedua ilmuwan tersebut, banyak ilmuwan di dunia yang melakukan percobaan dengan cara mereka sendiri. Sampai pada tahun   1908, Orville Wright dan Wilbur Wright yang bersaudara mampu membuktikan kepada masyarakat umum bahwa mereka dapat menerbangkan pesawat buatan mereka. Mereka mengamati dengan melihat bagaimana burung menggerakkan sayapnya untuk menjaga keseimbangan di udara. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya dengan ketinggian 10 kaki dan sejauh 120 kaki, kemudian mendarat 12 detik setelah lepas landas. Setelah melakukan penerbangan, Orville dan Wilbur Wright mengirim telegram kepada ayah mereka untuk menginformasikan kepada media masa bahwa penerbangan dengan kendali manusia telah terjadi. Keberhasilan ini adalah awal mula terciptanya pesawat modern.


Setelah membaca artikel “Sejarah Penemuan Pesawat Terbang”, jawablah pertanyaan berikut.
1.        Objek apa yang menginspirasi para ilmuwan sehingga ingin membuat pesawat terbang?
____________________________________________________________________________
2.        Apa langkah yang dilakukan para ilmuwan sebelum menentukan desain pesawat mereka?
______________________________________________________________________________
3.        Setelah berhasil menghasilkan dan menerbangkan pesawat terbang, apa yang dilakukan Wright bersaudara?
______________________________________________________________________________



Cara yang dilakukan oleh Wright dan ilmuwan lain dalam mempelajari alam secara umum terdiri dari 3 langkah, yaitu: pengamatan, inferensi, dan komunikasi.
Perhatikan kembali jawaban kalian pada kegiatan Menanya. Langkah yang dilakukan oleh ilmuwan sesuai jawaban kalian pada soal nomor (2) merupakan contoh langkah pengamatan. Setelah melakukan pengamatan, para ilmuwan melakukan langkah inferensi, yakni menganalisis hasil pengamatan untuk mewujudkan desain pesawat terbang. Selanjutnya, para ilmuwan mengomunikasikan hasil penemuannya seperti hal yang dilakukan Wright pada jawaban soal nomor (3).
Untuk lebih memahami langkah mempelajari alam, lakukanlah Percobaan 1. Pada Percobaan 1 ini, kalian akan melaksanakan pengamatan terhadap objek IPA. Percobaan ini akan mengasyikkan karena masing-masing kelompok memiliki objek IPA yang berbeda-beda. Kalian harus melakukan pengamatan untuk dapat memberikan informasi yang lengkap agar kelompok lain dapat menebak objek yang kalian amati. Untuk itu, jangan beritahukan objek kelompokmu kepada kelompok lain. Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dapat diunduh di sini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar